Cara Memilih Investasi Syariah yang Sesuai Prinsip Halal

Cobalah investasi syariah jika kamu ingin mengembangkan aset tanpa bertentangan dengan prinsip halal. Tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi memastikan bahwa instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan aturan fiqih. Sehingga pada setiap transaksi tidak akan melakukan riba, maysir (judi) dan gharar (ketidakpastian.)

Reksadana syariah, sukuk, hingga saham syariah adalah produk investasi yang menawarkan skema halal dan bisa kamu coba. Namun, sebelum mulai berinvestasi harus memahami dasar-dasar keuangan syariah agar investasimu tetap berkah, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan spiritual.

Cara Memilih Investasi Syariah

investasi syariah

Sebelum memilih produk investasi syariah, kamu wajib memahami prinsip dasar yang membedakan dengan investasi konvesional. Dalam skema syariah, pengelolaan dana harus menghindari bunga (riba) dan aktivitas apapun yang dipandang haram, seperti industri minuman keras atau perjudian. Selain itu, setiap investasi harus melewati proses screening oleh Dewan Pengawas Syariah untuk menjami portofolio sesuai syariat.

1. Cek Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah

Langkah pertama sebelum memilih instrumen investasi adalah dengan memastikan bahwa produk tersebut sudah memiliki sertifikat dari Dewan Pengawas Syariah (DPS). Sertifikat ini, menjamin bahwa emiten atau instrumen yang dipilih telah lolos prinsip syariat. Pada umumnya, lembaga keuangan akan mencantumkan logo atau nomor sertifikast DPS, jika, tidak ada lebih baik cari alternatif lain.

2. Pahami Skema Reksadana Syariah

Sebagai salah satu jenis instrumen yang populer di kalangan pemula, kamu bisa mulai dengan reksadana syariah. Dalam instrumen ini, danamu akan digabung dengan investor lain kemudian diinvestasi pada saham syariah, sukuk, atau instrumen pasar uang yang halal oleh manajer investasi. Dengan reksadana, kamu tidak perlu memilih satu per satu saham karena ada manajer investasi yang mengelolanya.

3. Teliti Ketika Memilih Produk di Indeks Saham

investasi syariah

Sebelum terjun langsung ke pasar saham, cek dulu investasi syariah melalui daftar saham syariah yang berada di bursa, seperti Jakarta Islamic Index atau Indeks Saham Syariah Indonesia. Pada daftar ini, akan memuat perusahaan yang bergerak di sektor yang sesuai syariat, sehingga datanya lebih terkurasi sesuai prinsip halal dan terhindar dari bisnis haram.

4. Pelajari Sukuk atau Obligasi Syariah

investasi syariah

Sukuk adalah alternatif berupa obligasi syariah yang profit sharingnya berdasarkan bagi hasil. Jangan samakan dengan obligasi konvesional yang berbasis bunga. Sebab, saat membeli sukuk kamu akan memiliki sertifikat kepemilikan aset dan memperoleh bagi hasil dari pendapatan proyek tersebut. Dengan instrumen investasi ini, kamu tidak perlu khawatir akan dosa riba dan bisa mendapatkan cash flow secara rutin.

5. Sesuaikan dengan Risiko Investasi Syariah

Pahamilah profil risiko dari produk saham yang kamu pilih, jika kamu adalah tipe orang yang konservatif, lebih baik pilih produk pasar uang syariah atau sukuk karena fluktuasinya relatif kecil. Tetapi, jika ingin mendapatkan return tinggi dan siap dengan risiko yang lebih besar, maka reksadana saham syariah dan saham syariah adalah pilihan yang cocok untukmu.

Memilih investasi syariah yang sesuai dengan prinsip halal memerlukan pemahaman tentang produk, risiko hingga sertifikasinya. Dengan hal ini, kamu bisa mengenali produk mana saja yang tidak mengandung riba dan sudah sesuai dengan nilai-nilai syariat. Kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan tanpa khawatir mendapatkan dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *