Tahukah kamu kalau malware trojan termasuk salah satu ancaman siber yang paling berbahaya di dunia maya? Malware ini seringkali bepura-pura sebagai aplikasi terpercaya untuk menipu user agar mengunduhnya. Setelah Trojan aktif, dia bisa mencuri data, memantau aktivitas online, bahkan perangkatmu bisa di kontrol orang lain dari jarak jauh. Yang paling menakutkan dari semua ini adalah kamu tidak menyadarinya sama sekali!
Untuk melindungi diri dari Trojan, jangan sekali-kali membuka tautan dari sumber yang tidak jelas atau mengunduh file sembarangan dari internet. Untuk mencegah hal ini, kamu bisa memperbarui sistem keamanan di perangkatmu atau mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya, seperti Playstore atau Appstore.
Apa Itu Malware Trojan?

Malware trojan atau trojan houre adalah sejenis malware yang mampu menyamarkan dirinya menjadi program yang aman dan tidak berbahaya. Tidak seperti virus yang mampu menggandakan dirinya sendiri, trojan mengandalkan tipu daya agar korban secara sukarela mengunduh dan menginstalnya ke perangkat. Begitu terpasang, maka trojan akan membuka “backdoor” yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses dari jarak jauh.
Jenis-Jenis Malware Trojan
Malware ini memiliki berbagai varian yang memiliki fungsi spesifik, seperti mencuri data atau merusak sistem keamanan perangkat elektronik.
- Backdoor Trojan : Varian trojan ini mampu menciptakan “pintu belakang” pada sistem perangkat yang memungkinkan penyerang mengontrol dari jarak jauh, ini termasuk jenis trojan yang paling berbahaya.
- Downloader Trojan : Berfungsi untuk mengunduh dan menginstal malware lain (seperti adware atau ransomware) ke komputer yang sudah terinfeksi tanpa sepengetahuan dari pengguna.
- Remote Trojan : Ini merupakan varian trojan yang berbahaya karena dibuat dengan tujuan agar pelakunya bisa mengakses dan mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.
- DDoS Attack Trojan : Jenis malware trojan ini digunakan untuk melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) ke target tertentu, membanjiri target dengan traffic hingga server lumpuh.
- Ransom Trojan : Varian ini memiliki kemampuan menyamar, kemudian mengenkripsi file korban untuk menuntut tebusan (ransom) agar file tersebut bisa dibuka kembali.
Dampaknya Terhadap Keamanan Data

1. Pencurian Data Pribadi
Trojan bisa mencuri informasi penting seperti identitas pribadi, username, password, dan nomor kartu lalu meneruskannya ke pihak lain tanpa kamu sadari. Kemungkinan besar, data-data yang telah dicuri ini akan disalahgunakan untuk transaksi tidak sah atau membuat identitas palsu.
2. Mengontrol Perangkat dari Jarak Jauh
Beberapa jenis trojan memungkinkan pelaku dibaliknya untuk mengendalikan perangkatmu dari jarak jauh, seperti mengakses file, mengambil screenshot, bahkan menyalakan microphone/webcam tanpa kamu sadari. Tindakan ini termasuk pelanggaran privasi yang bisa dihukum pidana.
3. Penyebaran ke Jaringan Lain
Malware trojan yang sudah berhasil masuk ke satu perangkat bisa menyebar ke perangkat atau komputer lain di jaringan yang sama. Hal ini, tidak hanya mengancam satu akun saja, melainkan seluruh sistem akan terancam keamanan datanya. Apalagi, kalo proteksi jaringan tersebut sangat rendah dan menggunakan password yang mudah ditebak.
4. Enkripsi atau Penguncian File
Ada beberapa trojan yang mampu mengubah data menjadi terenkripsi dan pelaku akan meminta tebusan pada korban agar bisa diakses kembali. Jadi, mau tidak mau kamu harus “membayar” agar semua datamu bisa dikembalikan.
5. Penurunan Kinerja Sistem
Perangkat yang telah terinfeksi trojan kan terasa lambat performanya, sering mengalami error atau hang yang bisa mengganggu kerja sehari-hari. Untuk membersihkannya memakan biaya recovery yang besar, bahkan mungkin perlu pergantian hardware.
Cara Melindungi dari Serangan Trojan

1. Instal Aplikasi atau Software dari Sumber Terpercaya
Pastikan aplikasi atau software yang kamu instal berasal dari situs resmi atau toko aplikasi yang terpercaya, Sebab, trojan biasanya masuk lewat file bajakan atau situs sembarangan yang menyamar sebagai program aman.
2. Selalu Perbarui SIstem dan Aplikasi
Update software dan aplikasi secara berkala untuk mendapatkan patch keamanan terbaru, hal ini bisa menutup celah yang bisa dimanfaatkan trojan untuk masuk sistem. Apalagi sistem yang ketinggalan versi terbaru sangat rentan terhadap serangan.
3. Pasang Antivirus dan Aktifkan Firewall
Selalu gunakan program antivirus yang terpercaya dan aktifkan firewall agar perangkatmu memiliki lapisan kemanan perlindung tambahan apabila ada aerangan trojan..
4. Jangan Pernah Membuka Link atau File Mencurigakan
Banyak malware trojan yang masuk lewat email atau tautan pesan yang tidak terlihat mencurigakan, bahkan ada yang meniru kontak resmi agar user tertipu dan mengklik link tersebut.
5. Backup Data Secara Rutin
Lebih baik simpan file penting dalam drive eksternal atau cloud agar tetap memiliki data cadangan, meskipun perangkatmu terkena serangan Trojan. Hal ini, demi mengurangi kerugian dan kerusakan data terhadap serangan trojan.
Sebagai ancaman keamanan siber, Malware Trojan memiliki sifat licik karena mampu menyamar dan menyusup ke sistem keamanan. Dampaknya sangat terasa, terutama terhadap kemanan data, mulai dari pencurian identitas hingga kerugian finansial. Agar bisa melindungi perangkat dan data pribadi lebih baik gunakan firewall dan antivirus yang berbayar, daripada antivirus gratis karena keamanannya lebih tinggi.
