Pengertian Sedentary Lifestyle, Mengapa GEN-Z Harus Waspada?

Kamu pasti pernah duduk berjam-jam, entah itu saat bekerja, belajar atau sekadar menonton serial favorite? Jika ya, sebaiknya kamu berhati-hati karena kebiasan ini bisa jadi pertanda bahwa kamu terjebak dalam sedentary lifestyle. Istilah ini merujuk pada gaya hidup yang minim aktivitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk, rebahan, atau berdiam diri.

Kemudahan teknologi, mulai dari layanan pesan antar, hiburan streaming, hingga pekerjaan remote, membuat kita enggan bergerak. Padahal, kurangnya aktivitas fisik seperti ini akan membawa dampak serius bagi kesehatan. Pada artikel ini, kamu akan mengenali lebih dalam apa itu sedentary lifestyle dan mengapa harus waspada.

Apa Itu Sedentary Lifestyle?

Sedentary lifestyle atau gaya hidup sedentari adalah pola hidup yang sangat minim aktivitas fisik dan lebih banyak dihabiskan dengan duduk atau berbaring. Seseorang dengan gaya hidup ini akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk kegiatan yang tidak membutuhkan banyak gerakan, seperti bekerja di depan komputer, menonton televisi, bermain video game, atau hanya bersantai di sofa.

Sedentary Lifestyle

Gaya hidup ini sering membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama karena tubuh tidak mendapat cukup aktivitas untuk mengolah energi dan menjaga organ tetap bekerja maksimal. Bukan hanya itu, ada dampak lain yang perlu kamu tahu :

Dampak Sedentary Lifestyle bagi GEN-Z

1. Kesehatan Fisik Menurun

Salah satu resiko yang paling jelas adalah masalah obesitas, kurangnya aktivitas fisik membuat kalori yang masuk tidak terbakar sehingga menumpuk menjadi lemak. Selain itu, gaya hidup ini juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Otot-otot yang jarang digunakan akan melemah dan menyebabkan nyeri punggung dan sendi.

2. Mempengaruhi Kesehatan Mental

Tidak hanya fisik saja, sedentary lifestyle juga berdampak negatif pada kesehatan mental. Sebab, jika menatap layar tanpa jeda selama berjam-jam dapat memicu stres dan kelelahan mental. Apalagi, kurangnya aktivitas fisik bisa mengurangi produksi hormon endorfin yang berfungsi sebagai peningkat mood. Hal ini, bisa membuatmu lebih rentan terdapat depresi dan kecemasan.

3. Penurunan Produktivitas dan Kualitas Tidur
Sedentary Lifestyle

Dampak lainnya tentu saja penurunan produktivitas, karena jika duduk terlalu lama bisa membuat otak kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan rasa kantuk dan sulit fokus. Akibatnya, pekerjaanmu tidak akan maksimal dan hal ini bisa mengganggu pola tidur dan membuatmu sulit tidur nyenyak di malam hari.

4. Munculnya Kebiasaan Buruk yang Sulit Dihindari

Sedentary lifestyle ini biasanya terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang sering kali kita anggap sepele. Misalnya, memesan makanan melalui aplikasi daripada memasak sendiri, atau memilih menggunakan kendaraan meskipun jaraknya dekat. Hal kecil seperti ini tanpa kamu sadari bisa menggerogoti kesehatanmu secara perlahan.

Cara Mencegah Sedentary Lifestyle

Sedentary Lifestyle
1. Sisihkan Waktu untuk Olahraga

Luangkan waktumu 20-30 menit setiap harinya untuk olahraga, seperti jogging, bersepeda, atau melakukan workout. Selain itu, kamu bisa menambah latihan kekuatan, seperti push-up, squat atau angkat ringan untuk menjaga massa otot dan metabolisme. Apabila, jadwalmu padat bisa pecah menjadi dua sesi 10-15 menit agar lebih mudah dijalankan.

2. Istirahatlah Setiap 30 Menit

Istirahat di sini bukan artinya tidak melakukan apapun, kamu bisa memanfaatkannya dengan melakukan stretching atau peregangan untuk melemaskan otot-otot. Selain itu, untuk mengurangi ketegangan mata karena terlalu lama menatap layar, kamu bisa memejamkan mata sejenak.

3. Gunakan Tangga Daripada Lift

Aktivitas naik-turun tangga termasuk latihan kardio singkat yang menguatkan otot kaki dan meningkatkan denyut jantung. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas umum atau kantor jika tidak ada tangga di sekitar tempat tinggalmu. Jangan malu apabila ditatap orang lain, karena kesehatanmu hanya bisa dijaga oleh dirimu sendiri.

4. Pasang Alarm atau Manfaatkan Aplikasi

Agar gaya hidupmu lebih aktif, manfaatkan teknologi seperti alarm, aplikasi fitness, atau smartwatch sebagai tanda pengingat. Apalagi, aplikasi ini biasanya tersedia target langkah harian dan riwayat aktivitas untuk memantau progress. Kalau mau lebih seru, adakan challenge bareng teman supaya lebih semangat.

5. Gabung dengan Komunitas Olahraga

Salah satu cara ampuh mengurangi sedentary lifestyle adalah dengan bergabung ke komunitas olahraga. Kamu bisa pilih aktivitas yang sesuai minat, misalnya bersepeda, jogging, atau hiking. Dengan adanya komunitas, motivasi untuk tetap aktif jadi lebih besar karena kamu punya partner yang saling menyemangati.

Baca juga : 5 Aplikasi Kesehatan yang Wajib Dimiliki di Smartphone

Sedentary lifestyle adalah ancaman serius yang harus kamu waspadai, karena dampaknya bisa mempengaruhi kesehatan. Mulai sekarang, ubah kebiasaanmu agar lebih banyak bergerak karena tubuh yang sehat adalah kunci untuk hidup yang lebih produktif dan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *