Apakah kamu pernah membuka aplikasi Google di HP dan langsung disuguhi deretan artikel berita, video, ataupun topik yang sesuai dengan minatmu? Fitur yang menyajikan konten seperti ini sebenarnya disebut dengan Google Discover. Fitur ini sengaja dirancang agar pengguna bisa mendapatkan informasi relevan dengan cepat tanpa harus mencarinya secara manual.
Sebagian pengguna internet menganggap fitur ini sangat berguna karena bisa update berita terkini atau tren yang sedang berlangsung. Berbeda dengan Google Search yang mengharuskanmu untuk memasukkan keyword untuk mencari informasi. Selain itu, fitur ini membantu pemilik website atau untuk mendapatkan traffic ke website mereka.
Apa Itu Google Discover?

Google Discover adalah sebuah feed atau beranda yang telah dikurasi oleh algoritma Google agar sesuai dengan minatmu. Berbeda dengan Google Search yang hanya menampilkan informasi yang dicari, fitur ini bekerja secara proaktif dengan menampilkan konten-konten yang kamu sukai berdasarkan riwayat aktivitasmu di internet. Bisa dibilang Discover ini bisa berubah mengikuti ketertarikanmu tanpa harus melakukan setting manual.
Cara Kerja Google Discover
Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana bisa Google Discover tahu apa yang kita sukai? Sebenarnya dibalik algoritma Google ada kecerdasan buatan atau AI yang mengumpulkan data dari aktivitasmu di website maupun aplikasi yang tersimpan di akun Google. Beberapa faktor berikut ini bisa menentukan konten apa yang muncul di berandamu :
- Riwayat Penelusuran: Apa yang sering kamu cari di Google Search.
- Lokasi: Berita lokal atau kejadian di sekitarmu.
- Aktivitas YouTube: Video apa yang sering kamu tonton.
- Interaksi di Aplikasi: Aplikasi apa saja yang sering kamu buka.

Semakin sering kamu berinteraksi dengan topik tertentu, semakin akurat pula rekomendasi yang diberikan agar konten tersebut masuk ke google discover.
Apa Perbedaannya dengan Google Search?
Walaupun sama-sama produk dari Google, ada perbedaan mendasar antara Search dan Discover yang perlu kamu tahu
| Aspek Perbedaan | Google Search | Google Discover |
|---|---|---|
| Niat Pengguna (User Intent) | Pengguna memiliki tujuan jelas dan aktif mencari jawaban dengan mengetik kata kunci tertentu (query). | Pengguna tidak melakukan pencarian spesifik dan hanya melihat konten yang muncul saat scrolling. |
| Cara Kerja Sistem | Bersifat reaktif, hasil muncul setelah pengguna memasukkan pertanyaan atau kata kunci. | Bersifat proaktif, sistem menampilkan konten lebih dulu berdasarkan minat dan aktivitas pengguna. |
| Pemicu Konten | Kata kunci yang diketik pengguna menjadi pemicu utama munculnya hasil pencarian. | Minat pengguna, histori aktivitas, dan topik yang sedang relevan menjadi pemicu utama. |
| Jenis Konten | Didominasi konten evergreen seperti artikel panduan, tutorial, definisi, dan jawaban langsung. | Didominasi konten visual, tren terbaru, berita viral, hiburan, dan artikel eye-catching. |
| Tujuan Utama | Membantu pengguna menemukan jawaban atau solusi secara cepat dan spesifik. | Memberikan inspirasi, hiburan, dan informasi menarik tanpa harus diminta. |
Tips Jitu Agar Artikel Website Masuk Google Discover

1. Gunakan Gambar Berkualitas Terbaik
Google Discover sangat mengandalkan visual pada tampilan feed karena ini adalah hal pertama yang dilihat oleh pengguna. Jadi, pastikan artikel pada website menggunakan resolusi yang jernih dan menarik. Selain itu, hindari penggunaan logo situs/brand sebagai gambar utamanya.
2. Buat Judul yang Menarik Tapi Bukan Clickbait
Hindari penggunaan judul yang manipulatif atau melebih-lebihkan fakta karena algoritma Google sekarang sudah semakin canggih untuk mendeteksi konten clickbait. Apalagi judul inilah yang menjadi penentu apakah pengguna akan meng-klik kontennya atau malah melewatkannya begitu saja.
3. Optimalkan Performa Website untuk Tampilan Mobile
Ingat, Google Discover itu adalah fitur eksklusif yang hanya tersedia di perangkat mobile seperti HP dan tablet. Jadi, jika websitemu terasa lemot saat dimuat atau tampilannya berantakan, maka Google tidak akan merekomendasikan konten di websitemu pada pengguna.
4. Terapkan E-E-A-T
Pastikan artikelmu sudah memenuhi standar E-E-A-T, sebab Google akan mengevaluasi berdasarkan Experience (Pengalaman), Expertise (Keahlian), Authoritativeness (Otoritas), dan Trustworthiness (Kepercayaan). Jadi, cantumkan nama penulis dan bio singkat, lalu tanggal terbit, informasi kontak, dan nama penerbit dengan jelas. Terakhir, yang paling penting jika kontenmu membahas fakta dan data, sebaiknya menyertakan sumber referensi yang jelas.
5. Fokus pada Niche yang Spesifik
Meskipun berita viral sering masuk ke Discover, namun Google lebih menyukai konten yang spesifik dan cocok untuk pengguna. Jika website-mu konsisten membahas satu topik yang spesifik, seperti fashion, teknologi, makanan, dan lainnya, maka algoritma akan lebih mudah mengenali situsmu di bidang tersebut dan merekomendasikan ke pengguna yang memiliki minat yang sama.
Baca juga: Cara Menghapus Riwayat Google Secara Permanen!
Google Discover bukanlah pengganti Google Search, melainkan pelengkap yang bisa membantumu menemukan hal-hal baru yang masih satu minat denganmu. Untuk pemilik website, lebih baik optimalkan konten agar bisa masuk ke fitur ini karena berpeluang besar untuk mendapatkan pembaca baru secara gratis.
